Senin, 09 Juli 2012
Tuna Long Line
Kamis, 05 April 2012
Pancing (Line Fishing)
Dibangdingkan dengan alat penangkapan lainnya, alat pancing inilah yang prinsipnya tidak banyak mengalami perubahan. Karena hanya meletakkan umpan pada mata pancing, lalu pancing deiberi tali. Setelah umpan dimakan ikan maka mata pancing juga akan termakan oleh ikan dan dengan tali manusia menarik ikan dari air.
Dalam teknisnya banyak mengalami kemajuan, misalnya benang yang dipakai berwarna sedemikian rupa sehingga dapat memberikan rangsangan untuk dimakan, bentuknya diolah sedemikian rupa sehingga menyerupai umpan yang umum disengani oleh ikan yang menjadi tujuan penangkapan secara alamiah. (Ayodhyoa,1981).
Sebagai alat penangkapan ikan, alat pancing terdiri dari mata pancing, tali pancing,umpan, dan berbagai perlengkapan lainnya seperti joran, pelampung, pemberat, dan lain-lainnya. Dibandingkan dengan alat penangkapan ikan lainnya, menurut Ayodhyoa (1981) alat penangkapan ini mempunyai segi-segi positif, yatitu:
Alat pancing tidak susah dalam struktur dan operasinya dapar dilakukan dengan mudah.
Organisasi usahanya kecil, sehingga dengan modal kecil usaha sudah dapat berjalan.
Syarat-syarat fishing groundnya relatif sedikit dan dapat dengan bebas memilih.
Pengaruh cuaca, suasana lautdan sebagainya relatif kecil.
Ikan-ikan yang tertangkap seekor demi seekor sehingga kesegarannyadapat dijamin.
Namun ada pula beberapa kelemahannya, yaitu:
Keahlian perseorangan sangat menonjol, pada tempat, waktu dan syarat-syarat lainnya sama, hasil tangkapan yang diperoleh belum tentu sama dengan orang lain.
Pancing terhadap ikan adalah pasif, dengan demikian tertangkapnya ikan tersebut sangat ditentukan oleh tertariknya ikan untuk memakan umpan.
Memerlukan umpan, sehingga ada tidaknya umpan sangat berpengaruh terhadap jumlah kali operasi yang akan dilakukan.
Untuk mendapatkan hasil tangkapan yang besar dalam waktu singkat tidak mungkin dilakukan.
Akan tetapi, dengan perkembangan teknis dan tujuan utama penangkapan alat pancing tidak hanya ikan. Alat tangkap pancing menjadi suatu yang tidak lagi sederhana. Sebagai contoh alat pancing cumi-cumi yaitu “squiid angling” merupakan alat tangkap yang dalam operasinya secara mekanik dan hasil tangkapannya bisa berton-ton dalam waktu yang relatif singkat, demikian pula dengan surface long line dan bottom long line.
JENIS-JENIS LINE FISHING
Berbeda ikan yang menjadi tujuan penangkapan maka berbeda pula pancing yang digunakan. Dengan demikian, sturktur pancing juga akan berbeda, sehingga akan terlihat banyak sekali variasi dari alat pancing ini. Sehubungan dengan jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan maka fishing ground dimana ikan itu berada akan berbeda pula kondisinya, dengan demikian maka cara yang akna dilakukan akan berbeda pula.
Pada garis besarnya line fishing banyak jenisnya, tetapi dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok (Von Brandt, 1984), yaitu:
- Handlines, yaitu pancing yang paling sederhana. Biasanya hanya dterdiri dari pancing, tali pancing dan pemberat serta dioperasikan oleh satu orang dan tali pancing langsung ke tangan. Handlines merupakan alat tangkap pancing yang paling sederhana. Alat ini hanya terdiri dari tali pancing, pancing dan umpan. Kemudian operasionalnya sangat sederhana karena bisa dilakukan oleh seorang pemancing. Jumlah mata pancing bisa satu atau lebih, bisa menggunakan umpan asli maupun palsu. Pemancingan dapat dilakukan di rumpon.
Ukuran pancing dan besarnya tali disesuaikan dengan besarnya ikan yang akan menjadi tujuan penangkapan. Untuk menangkpan ikan tuna, biasanya menggunakan tali monofilament dengan diameter 1,5 -2,5 mm dengan mata pancing nomor 5-1, dan ditambahkan pemberat timah.
- Pole and line
- Joran, bagian ini terbuat dari bambuyang cukup tua dan mempunyai tingkat elastisitas yang baik. Panjang joran berkisar 2 – 2,5 meter dengan diameter pada bagian pangkal 3 – 4 cm dan bagian ujung sekitar 1 – 1,5 cm. Sebagaimana telah banyak digunakan jorandari bahan sintetis seperti plastik atau fiber.
- Tali utama (main line), terbuat dari bahan sintetis polyethilene dengan panjang sekitar 1,5 – 2 meter yang disesuaikan dengan panjang joran yang digunakan, cara pemancingan, tinggi haluan kapal, dan jarak penyemprotan ait. Diameter tali 0,5 cm dan nomor tali 7.
- Tali sekunder, terbuat dari bahan monofilament berupa tasi berwarna purih sebagai pengganti kawat baja dengan panjang sekitar 20 cm. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terputusnya tali utama dengan mata pancing sebagai akibat dari gigitan ikan.
- Mata pancing (hook) yang tidak terkait balik. Nomor mata pancing yang digunakan adalah 2,5 – 2,8. Pada bagian atas mata pancing terdapat timah berbentuk silinder dengan panjang sekitar 2 cm dan berdiameter 8 mm dan dilapisi nikel sehingga berwarna mengkilap dan menarik perhatian ikan cakalang.
Set line
Set line, yaitu pancing yang dipasang secara menetap dalam jangka waktu tertentu. Pancing ini terdiri dari tali pancing, pancing, dan umpan kemudian dipasang secara mentetap di suatu perairan.
Bottom long lines
Bottom long lines, yaitu pancing yang dipasang di permukaan atau pertangahan air dan dihanyutkan sampai jangka waktu tertentu.
Troll line
Troll Line, yaitu pancing yang dalam operasinya ditarik dengan perahu. Pancing diberi umpan segar ataupun umpan palsu yang karena pengaruh tarikan, umpan bergerak didalam air sehingga merangsang ikan buas menyambarnya.
Namun, untuk penangkapan tuna besar alat ini belum umum dipakau karena swimming layer ikan ini jauh lebih dalam dari operation depth dari tonda yang ada. Dengan menggunakan sistem pemberat, papan selam, atau tabung selam dan dikombinasikan dengan perhitungan kecepatan kapal, maka operation depth dari pancing dapat diatur mendekati swimming layer tuna.
Pengoperasian tonda memerlukan perahu/kapal yang selalu bergerak di depan gerombolan ikan sasaran. Biasanya pancing ditarik dengan kecepatan 2-6 knot tergantung jenisnya.
Ukuran perahu yang dipakai berkisar antara 0,5 – 10 GT. Untuk sub surface trolling ukuran kapal dan kekuatannya harus lebih besar dan dapat dilengkapi dengan berbagai peralatan bantu terutama untuk menggulung tali.
Senin, 19 Maret 2012
Gill Net (Jaring Insang)
Jeni-jenis ikan yang umumnya tertangkap denga gill net ini ialah jenis ikan yang berenang dekat permukaan laut (cakalang, jenis-jenis tuna, saury, fying fish, dll), jenis-jenis ikan demersal (flat fish, sea bream, katamba, dll), juga jenis-jenis udang, lobster, kepiting, dll.
Dengan mempertimbangkan tingkah laku ikan yang akan menjadi tujuan penangkapan, lalu menyesuaikannya dengan dalam/dangkal dan renang ruaya ikan-ikan tersebut. Dengan penghadangan tersebut diharapkan ikan-ikan itu akan menerobos jaring, dan terjerat (gilled) pada mata jaring ataupun terbelit-belit (entangled) pada tubuh jaring.
Pada umumnya, yang disebut dengan gill net adalah jaring yang berbentuk persegi panjang, mempunyai mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh jaring, lebar lebih pendek jika dibandingkan dengan panjangnya. Dengan perkataan lain, jumlahmesh depth lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah mesh size padaarah panjang jaring (Ayodhyoa, 1981).
Pada lembaran jaring, bagian atas diletakkan pelampung (float) dan bagian bawah diletakkan pemberat (sinker). Dengan menggunakan kedua gaya yang berlawanan arah,yaitu bouyancy dan float yang bergerak menuju ke atas dan singker ditembah dengan berat jaring yang bergerak menuju ke bawah, maka jaring akan terentang.Perimbangan dua gaya inilah yang akan menentukan baik buruknya rentangan vertikal sesuatu gill dalam air, sehubungan pula dengan gaya dari angin, arus, gerak delombang, dan sebagainya.
Gil Net berdsarkan letaknya.
Gill Ntet Permukaan (Surface Gill Net)
Ciri-ciri
Pada salah satu ujung jaring ataupun pada kedua ujungnya diikatkan tali jangkar, sehingga letak jaring menjadi tertentu oleh letak jangkar. Beberapa piece digabungkan menjadi satu, dan jumlah piece harus disesuaikan dengan keadaan fishing ground. Float line (tali pelampung) akan berada di permukaan air (sea surface). Dengan demikian, arah rentangan dengan arah arus, angin dan sebagainya akan dapat terlihat.
Pengoperasian
Setelah tiba padafishing ground yang telah ditentukan (sebainya bukan derah pelayaran) maka yang pertama diturunkan adalah pelampung tanda dan jangkar, selanjutnya dilakukan penurunan jaring (setting). Setelah semua jaring telah diturunkan dan telah terentang dengan sempurna, maka dalam jangka waktu tertentu dilakukan penarikan jaring (hauling). Pada saat
hauling, jaring diatur dengan baik seperti semula, sehingga memudahkan untuk operasi berikutnya. Operasi penangkapan banyak dilakukan pada malam hari, tetapi pada pagi hari penangkapan juga bisa dilakukan. Yan penting, bagaimana warna jaring tidak terlihat oleh ikan. Oleh sebab itu, warna jaring sering sama dengan warna perairan.
Jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan umumnya berupa jenis-jenis ikan dasar atau jenis-jenis ikan pelagis. Misalnya: cakalang, jenis-jenis tuna, saury, flying fish, dll
Gill Net Dasar (Bottom Gill Net)
Ciri-ciri.
Pada kedua ujung jaringdiikatkan jangkar, sehingga letak jaring akan tertentu. Hal ini juga sering disebut set bottom gill net. Karena jaring ini direntangkan dekat pada dasar laut, maka dinamakan bottom gill net, berarti jenis-jenis ikan yang menjadi tangkapan ialah ikan-ikan dasar (bottom fish) ataupun ikan demersal. Posisi jaringa dapat diperkirakan pada pelampung bendera/pertanda yang diletakkan pada kedua ujung jaring, tetapi tidak dapat diperkirakan keadaan baik dan buruknya rentangan jaring itu sendiri.
Pengoperasian.
Operasi penangkapannya sama dengan surface gill net (gill net permukaan).Perbedaannya hanya posisi jaring dalam air. Pada umumnya yang menjadi fishing ground adalah daerah pantai, teluk, muara yang mengakibatkan pula jensis ikan yang tertangkap dapat menjadi berbagai jenis, misalnya herring, cod, flat fish, halbut, mackerel, yellow tail, sea bream, dsb.
Gill Net Pertengahan (Mid Water Gill Net)
Ciri-ciri dan cara pengoperasian gill net jenis ini tidak jauh beda dengan gill net jenis permukaan (surface gill net). Namun yang membedakan adalah posisi jaring yang tidak rapat di permukaan dan tidak rapat di dasar perairan. Posisinya melayang-layang di dalam air tetapi tetap terentang secara sempurna.








