Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Orasi Aksi Milad KAMMI 29 Maret 2014

Kawan-kawan sekalian, peserta aksi milad KAMMI ke-XVI. Tidak kurang 10 hari lagi kita akan melaksanakan sebuah pesta demokrasi akbar yang akan menentukan nasib bangsa ini 5 tahun kedepannya. Kita ketahui bersama bahwasanya pemilu merupakan cara paling aman dan konstitusional dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apakah pemilu ini benar-benar bisa menyelesaika persoalan bangsa…???
Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, Ada satu hal terlebih dahulu ingin saya sampaikan, saya menghimbau kepada seluruh partai politik peserta pemilu, ketika melakukan perekrutan bakal caleg, lakukan dengan cara yang ketat sesuai dengan visi misi yang partai perjuangkan. Jangan semata-mata karena  si bakal caleg punya modal yang besar lantas diloloskan dalam penjaringan. Lakukanlah penjaringan yang betul dan baik. Dengan sumber informasi yang serba terbatas, kasihan masyarakat yang harus mencari, mengenal, dan mempelajari caleg-caleg yang bakal dipilih, ada ratusan nama caleg.

Kamis, 05 April 2012

Menyusuri Jejak Kegemilangan Islam



Ketika memulai tulisan ini, penulis mendapatkan satu pertanyaan yang sangat menghantui penulis. Pertanyaan ini muncul dan timbul menjadi menjadi semakin besar ketika satu persatu fakta yang didapatkan menggambarkan betapa besarnya sejarah yang dimiliki umat islam. Para pengembara agung yang menyebar diseluruh dunia islam meninggalkan jejak yang yang sangat mulia dalam takaran peradaban. Ilmu, keshalihan, serta kearifan mereka membuat kita berdecak kagumsekaligus merasa tidak berdaya.

Kemudian timbul pertanyaan baru, "Apakah Islam hanya gemilang dan cemerlang pada masa lalu?" Apakah kita hanya mampu dan bisa mengagumi masa lalu? Tentang kegagahan, kebesaran, dan tentang keagungan peradaban yang berhasilan dibangun oleh umat islam terdahulu.

Hari ini nyaris kita tidak bisa membanggakan apapun tentang islam dalam komunitas kaum Muslimin. Politik Islam hari ini, tak ada yang bisa kita jadikan kiblat. Ekonomi Islam hari ini, tidak ada yang bisa dijadikan referensi. Intelektualitas Islam hari ini, terkungkung hanya membanggakan masa lalu. Umatnya lemah, baik daya tawar dan juga posisinya. Apakah Islam telah berubah?

Sebenarnya bukan Islam yang berubah menjadi rendah. Islam, insa Allah tetapu tinggi dan mulia. Lalu siapa yang berubah kualitasnya?

Mungkin kita. Kaum muslimin yang mengaku dan memeluk Islam. Kualitas kita yang berubah menjadi rendah. Kita tidak lagi seperti orang-orang dahulu, yang dengan tunduk dan patuh melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan utuh. Kita memiliki berjuta pertanyaan yang diajukan bukan membuat kita untuk semakin yakin, malah sebaliknya sebagai cara untuk menghindar.

Apakah kita hanya mampu berbangga dengan masa lalu? Jika hari ini kaum Muslimin berada di pinggir jurang yang cukup mengancam, lalu bagaimana dengan masa depan kaum Muslimin nanti? Apakah lebih buruk dari hari ini, atau mulai menemukan setitik cahaya?

Dengan semangat mencari motivasi, seharusnya masa depan jauh lebih terang dari sekarang. Itu juga yang menjadi alasan kami untuk mencari dan menggambarkan kepada kaum Muslimin tentang pijakan sejarah yang kita miliki. Agar mampu menatap dan membangun masa depan yang lebih baik mulai dari sekarang.

Sebab, kata orang-orang bijak, siapa yang memiliki sejarah maka dia akan memiliki masa depan yang cearah. Semakin kita kebelakang menelusuri kegemilangan sejarah Islam, maka semakin cemerlang cahaya yang kita temukan. Tugas kita hari ini adalah, bagaimana membawa cahaya itu ke waktu sekarang. Agat bisa menerangi hari kita dan menjadi bekal di esok hari. Insya Allah.


Sebagian dikutip dari majalah Sabili No. 13 Th XVI 15 Januari 2009/18 Muharram 14 30

Selasa, 07 Februari 2012

Saya Bangga Menjadi Anak Perikanan (1)

Menjadi mahasiswa ternyata tidak semudah yang saya bayangkan ketika masih duduk di bangku SMA, untuk lulus ujian seleksi masuk saja membutuhkan perjuang yang sangat keras. Ujian SNMPTN tertulis misalnya, peseta ujian ada ribuan, namun yang diterima hanya ratusan. Oleh sebab itu saya sangat bersyukur bisa lolos seleksi menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin.

Masuk di Universitas Hasanuddin, alhamdulillah saya melalui jalur SNMPTN Undangan, dan berhasil lolos di pilihan ketiga Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP). Mungkin banyak orang diluar sana yang beranggapan bahwa perikanan itu adalah bidang profesi yang bisa dibilang medioker jika dibanding dengan bidang profesi lain yang lebih mempunyai nama selama ini di masyarakat. Banyak yang bertanya, "kenapa tidak pilih jurusan lain..???", "sudah cocok dengan pilihan itu...???"
, "apakah kamu suka dengan pilihan itu....???". Tetapi saya beranggapan bahwa saya tidak mungkin menjatuhkan pilhan pada perikanan kalau saya tidak menyukai bidang profesi tersebut, walaupun itu pada pilihan ketiga. Kemudian kembali muncul pertanyaan, "kenapa tidak coba SNMPTN tahun depan, mungkin bisa lolos di tempat yang lebih wah dari pada perikanan...!!!". Lalu saya jawab lagi, siapa yang bisa menjamin kalau saya bisa lulus.

Saya sudah diterima di Perikanan, ini sudah cukup. Di perikanan saya akan mengabdikan diri, merupakan amanah yang sangat besar yang Allah berikan kepada saya menjadi seorang mahasiswa perikanan. Sebagai khalifah di bumi ini, begitu besar peran kita manusia untuk mengelola alam ini demi kelestariannya. Insya allah di perikanan begitu banyak potensi SDA perikanan yang butuh untuk di kelola oleh manusia-manusia yang terampil dan profesional guna menjaga kelestarian alam perikanan.

Intinya pilihlah sesuatu itu, sesuatu yang betul-betul kita sukai, jangan setengah hati dalam berproses karena hasilnya nanti tidak akan maksimal. Kemudian dimanapun kita berada/diterima/lulus, syukuri hal tersebut karena di tempat tersebut ada rahasia besar yang kita tidak ketahui, syukuri hal tersebut karena itu merupakan amanah yang Allah berikan untuk kita.

Rabu, 04 Agustus 2010

Musuh Utama Pohon

Apakah musuh utama pohon?

Ketika manusia mulai pandai melebur biji besi menjadi batang besi, lalu menempa dan membentuk lempengan, kemudian mengasahnya menjadi sebilah mata kapak yang tajam; ketika itulah pohon-pohon di dunia mulai khawatir akan nasib mereka. Pohon-pohon melihat semakin hari semakin banyak kerusakan yang diperbuat oleh manusia dengan kapak-kapaknya. Berbondong-bondong manusia memanggul kapak memasuki hutan dan menebangi pohon-pohon.

Apa jadinya bila dunia tanpa hutan yang lebat?