Tampilkan postingan dengan label Manajemen Waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Waktu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Musyarakah Siyasiyyah


            Ikhwa fillah, yang dimaksud dengan musyarakah siyasiyyah adalah keterlibatan jamaah dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan kemaslahatan umum di lembaga- lembaga politik formal maupun informal, di tingkat nasional atau daerah beserta seluruh aktivitas yang mengikutinya seperti pemilihan umum, koalisi, dan aktivitas politik lainnya1.
            Diantara tuntutan syumuliyyatud da’wah adalah keterlibatan dan kehadiran kita dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, terutama memasuki kancah pengambilan keputusan.
            Ikhwah fillah, manfaat yang kita ingingkan dari keberadaan ikhwah di lembaga-lembaga kenegaraan adalah mampu menyuarakan dakwah di sana dengan meminimalisir keputusan-keputusan yang bertentangan dengan syariat Islam dan memperbesar peluang diberlakukannya keputusan yang lebih memudahkan dakwah Islam untuk semakin kuat dan tersebar. Syaikh Abdurrahman As-Sa’adi dalam tafsirnya berkata:

Kamis, 26 Mei 2011

7 Keajaiban Razeki ( Pantaskan Diri )

Barusan selesai membaca satu bab dari buku mega bestseller Ippho Santosa, 7 Keajaiban Rezeki. Walaupun belum membaca seluruh buku tersebut, tetapi sudah banyak pelajaran yang dapat saya terima.

Pelajaran yang sangat berharga bagi saya yaitu memperbaiki diri, atau lebih tepatnya "MEMANTASKAN DIRI". Siapapun pasti menginginkan pergaulan yang baik atau rejeki yg melimpah, termasuk saya dan Anda. Lalu, apa yg harus kita lakukan. Pertama2 memohon kepada Yg Maha Menilai. Kedua, memperbaiki diri. Inilah yg disebut menuntaskan diri di hadapan Yang Maha Menilai.

Maka yg harus kt lakukan adalah, Ibadah A kt tingkatkan, ibadah B kt lipatgandakan, ibadah C kt rutinkan (yang sebelumnya, jarang2), ibadah D kt rutinkan (yang sebelumnya, hampir tidak pernah). Insya Allah, hanya dalam waktu beberapa hari/minggu kita akan menemukan pergaulan yg baik/rejeki yg melimpah tersebut. Bukankah Allah telah berjanji, "Yang baik-baik untuk yang baik-baik, begitu pula sebaliknya". (QS. Al-Baqarah: 26)

Sejenak, coba kita tanyakan pada diri kita masing2 dan renungkan:
  • Apa kita sudah betul2 memperbaiki diri...???
  • Apa kita sudah memantaskan diri di hadapan-Nya...???
  • Apa kita lebih sibuk memantaskan diri di depan manusia...??
Terkadang, kita menginginkan sesuatu yang lebih baik, tapi sayangnya, kita sendiri yang malas untuk memperbaiki diri. Kita sendiri yang malas untuk memantaskan diri.

Jadi, kata kuncinya yaitu perbaiki diri, pantaskan diri, luruskan niat hanya pada-Nya, dan berbaik sangka kepada-Nya.

Setelah membaca artikel ini, diharapkan dapat langsung kita praktekkan. Itu juga yang dipesankan si empunya buku, bahwa jangan melangkah dulu ke bab selanjutnya kalau belum di praktekkan...

Semoga bermanfaat

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.....!!!

http://balaimulkan.blogspot.com/

Kamis, 29 Juli 2010

Kiat-Kiat Praktis Mengelola Waktu

Hudzaifah.org - Mengelola waktu adalah masalah klasik yang selalu dihadapi oleh siapapun yang ingin selalu lebih produktif, efektif, sekaligus lebih efisien. Sayangnya kita sering membuang waktu ketika membicarakan waktu. Waktu adalah komoditas yang abstrak. Ia akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali. Komitmen atas paradigma ini menunjukkan kualitas seseorang dalam menjalani kehidupannya. Kesuksesan tidak pernah mengabaikan dimensi waktu. Dengan kata lain waktu menjadi salah satu parameter kesuksesan atau nilai dari sesuatu.

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian (Al-Hadits).

Pernahkah Anda merasa sibuk sepanjang hari tetapi kemudian pulang dengan perasaan tidak mengerjakan apa-apa?